Kamis, 03 November 2016

Mengembangkan Harta Karun Dalam Diri

MENGEMBANGKAN HARTA KARUN DALAM DIRI
Setiap individu manusia memiliki harta karun yang dianugerahkan Tuhan kepada makhluknya. Dan masing-masing dari manusia tersebut harus mengembangkan harta yang sudah diperoleh dari Sang Penciptanya. Untuk sampai pada sebuah keberhasihalan dalam mengembangkan harta karunnya manusia tidak terlepas yang disebut dengan konsep diri (self-concept). Maka keberhasilan seseorang tergantung pada konsep diri yang dimilikinya, jika seseorang berada pada konsep diri yang salah, maka dia akan sulit sekali untuk mencapai sebuah keberhasilan. Maka dalam setiap upaya untuk mengubah dan meningkatkan diri pertama-tama harus mampu mengubah konsep diri yang sudah salah. Ada tiga komponen utama yang saling mempengaruhi yakni Diri Ideal (self-ideal), Citra Diri (self-image) dan Harga Diri (self-esteem).dengan memahami fungsi dari masing-masing komponen, serta mampu mengerti cara membuat satu konsep diri yang baru dan lebih baik maka seseorang akan berhasil dalam bidang apapun.

Diri Ideal (Self Ideal)
Diri yang ideal akan menentukan sebagian besar arah hidup seseorang. Diri yang ideal juga mampu menentukan arah perkembangan diri dan pertumbuhan karakter serta kepribadian. Diri yang ideal merupakan gabungan dari semua kualitas serta ciri kepribadian orang yang sangat dikagumi. Diri yang ideal juga merupakan gambaran dari sosok yang diinginkan oleh orang lain. Seseorang yang telah memiliki kualitas yang luar biasa dalam dirinya akan menunjukkan  sikap keberanian, rasa cinta kasih,  ketabahan, ketekunan, kesabaran, integritas, kejujuran dan masih banyak lagi jenis karakter lainnya. Semua itu akan membentuk manusia yang ideal. Mungkin seseorang tidak akan selalu dapat menjalani hidup dengan standar diri yang ideal seperti yang sudah ditetapkan, tapi sadar atau tidak seseorang akan selalu berusaha untuk sampai pada kehidupan yang demikian. Namun perlu diperhatikan dalam pencapaian diri menuju ideal, harus berhati-hati dalam memilih serta membentuknya secara sadar.
Hasil gambar untuk gambar orang yang sukses 
Citra Diri (Self-Image) 
Citra diri adalah cara seseorang untuk melihat diri sendiri, dan berpikir mengenai diri saat ini. Citra diri ini sering disebut dengan sebutan “ Cermin Diri” seseorang akan selalu melihat kedalam cermin diri untuk mengetahui sejauh mana ia sudah bertindak atau berlaku pada suatu keadaan atau peristiwa yang sudah terjadi. Maka orang tersebut akan selalu bertindak dan bersikap sesuai dengan gambar yang muncul pada cermin dirinya. Misalnya, bila seseorang melihat dirinya dalam cermin diri sebagai seorang yang percaya diri, tenang, dan mampu belajar dengan baik, maka setiap kali belajar maka akan sealalu bersikap positif dan gembira, dan akan mendapatkan prestasi dan hasil yang luar biasa.

Harga Diri ( Self- Esteem)
Komponen ketiga dari konsep diri adalah harga diri. Harga diri merupakan komponen yang bersifat emosional dan paling penting dalam menetukan sikap dan kepribadian kita. Harga diri merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan dalam hidup. Harga diri didefinisikan seberapa suka kita terhadap diri kita sendiri. Semakin kita menyukai diri kita, menerima diri, dan hormat pada diri sendiri sebagai seorang yang bermakna dan berharga, maka kita akan semakin mampu bersikap positif dan menjadi orang yang berbahagia. Harga diri yang kita miliki akan menentukan semangat, antusisme dan juga menjadi motivasi diri. Harga diri juga merupakan penentu prestasi dan keberhasilan hidup.
Hasil gambar untuk gambar kupu-kupu bergerak 
Inspirasi dari Buku
Born to be a Genius.   Oleh  Adi  W. Gunawan 

Jumat, 21 Oktober 2016

HIDUP ADLAH PILIHAN

HIDUP ADALAH PILIHAN

Hasil gambar untuk gambar manusia sedang berjuangDalam mengarungi kehidupan ini harus selalu disertai dengan perjuangan, dan perjuangan itu tidak akan pernah berhenti selagi manusia masih hidup di dunia yang luas ini. Perjuangan manusia tidak lepas dari tantangan dan cobaan. Setiap  saat manusia dihadapkan kepada dua pilihan setiap harinya yakni: mau berbuat baik atau berbuat jahat, pilihan itu manusia sendiri yang menentukannya. Maka untuk mampu menjadi manusia yang berbudi dan berprilaku baik manusia tidak bisa tertlepas dari sang penciptanya, yakni dengan mematuhi perintahnya dan hidup sesuai kehendakanya. Manusia harus sadar dan menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah dari Sang pemberi hidup itu, manusia tidak bisa hidup jika terlepas dari penciptanya.
Namun disisi lain ada juga mnusia yang tidak sadar bahkan terlepas dari Sang penciptanya itulah mereka-mereka yang selalu bersahabat dengan ketidak baikan dengan kata kasarnya orang-orang jahat. Kejahatan manusia jaman ini sudah semakin merajalela, semuanya itu hanya karena manusia tidak sadar lagi akan arti hidup yang sesungguhnya. Maka sebagai makhluknya Tuhan kita hendaknya mampu menjalani kehidupan ini dengan baik msekalipun selalu berjuangn dan perjuangan itu tidak pernah selesai, kecuali manusia sudah berakhir dari dunia ini.
Hai manusia marilah kita hidup sesuai kehendak pencipta kita, sekalipun harus berjuang  dan terus berjuang, selamat berjuang....................


Kamis, 23 Juni 2016

SIBLING RIVALRY

SIBLING RIVALR
Sibling Rivalry merupakan suatu kompetisi antara saudara kandung dalam mendapatkan kasih sayang/perhatian dari orang tua. Sibling juga dikatakan sebagai persaingan,  kecemburuan dan pertengkaran antara saudara kandung. Sibling Rivalry juga sering disebut merupakan  Kecemburuan dan kemarahan yang lazim terjadi pada anak karena kehadiran angota keluarga baru dalam keluarga, yang dalam hal ini adalah saudara kandungnya.
Apakah demikian yang terjadi dalam keluarga?
Ada benarnya dengan apa yang disebutkan diatas. Banyak orang tua terkadang kurang mampu memahami perkelahian anak-anak mereka dalam rumah tangganya. Bahkan sampai membawa orang tua pada tingkat emosi sehingga mau memukul anak-anak atau tanpa disadari membela salah satu anak tanpa bertanya apa yang menjadi penyebab dari perkaelahian mereka.
Apa yang menjadi penyebab Sibling dalam bersaudara?
Pertama dapat kita lihat bahwa anak-anak merasa kehilangan / kurang kasih sayang dari orang tua, sikap orang tua terhadap anak-anak dalam mengasihi berbeda-beda, perbedaan kemampuan dalam setiap pribadi anak juga akan berpengaruh yang natinya sampai pada  kecemburuan satu sama lain. Dinamika dalam keluarga kurang misalnya rekreasi keluarga, berkumpul bersama dalam keluarga dan lain sebagainya. Jika Sibling terjadi dalam diri anak yang bersaudara maka akan menimbulkan reaksi dalam diri anak-anak antara laian : memukul, mencubit, menendang bahkan sampai melukai. Disisi lain anak akan mengalami kemunduran dalam kepribadiannya seperti: mengompol, rewel, menangis yang meledak-ledak dan sebagainya.
Jika demikian apa yang seharusnya dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anak dalam keluarganya?
Orang tua harus memiliki cara dan trik untuk memahami setiap pribadi anak, misalnya: orang tua tidak boleh membandingkan antara anak yang satu dengan yang lain, membiarkan anak-anak menjadi pribadi mereka sendiri dengan kata lain tidak memaksakan kehendak orang tua pada anak-anak, tidak menyalahkan anak satu sma lain, tidak memberikan tuduhan negative kepada sianak, orang tua harus mampu menghargai dan keberhasilan setiap anak, membuat anak-anak untuk mampu bekerja sama satu sama lain hal ini tentu tidak lepas dari gaya hidup kedua orang tua dengan seluruh anggota keluarganya.
Keluarga yang bagaimana yang diharapkan oleh setiap insan?
Keluarga yang berbahagia yang mampu memahami dan menerima satu sama lain, berbagi kasih dalam suka dan duka, keluarga yang berada dalam kedamaian dan kerukunan, sehingga keluarga merupakan idaman, keluarga adalah tempat untuk berbagi, keluarga adalah tempat untuk berlabuh, karena kasih yang diterima dari luar tidak seindah kasih yang diterima dalam keluarga.

Utamakanlah Keluarga
Dan Ingatlah
Saat Semuanya Runtuh Dan Gagal
Keluarga Adalah Tempatmu Kembali